Selamat Datang di Halaman Blog Polres Sumbawa Barat | Link ke polri.go.id | Telah launching sms dan telephone pengaduan masyarakat di nomor 081915998885 sehingga bagi anda yang memiliki informasi kriminal silakan sms ke nomor tsb dan akan segera kami tindak lanjuti. Hubungi kami untuk informasi tempat - tempat vital di KSB | Gabung di Facebook Polres Sumbawa Barat "ANGGOTA POLRES KSB" untuk mendapatkan berita dan informasi kegiatan terbaru di wilayah hukum Polres Sumbawa Barat

Rabu, 04 Juni 2014

Polres KSB Siap Amankan Pilpres

Kepolisian Resort Sumbawa Barat  telah menyiapkan pola-pola pengamanan dan pengawalan penyelenggaran Pemilihan Presiden 2014, yakni dengan mengedepakan upaya pencegahan dalam penindakannya.
"Kami menempatkan upaya pencegahan (pre-emtif) sebagai yang utama dalam cara bertindak pada pengamanan Pilres 2014," ujar Kapolres Sumbawa Barat AKBP Teddy Suhendyawan Syarif dalam presrilisnya kepada Wartawan.
Teddy  menjelaskan dalam pengamanan Pilpres 2014 ini, Kepolisian Resort Sumbawa Barat memiliki tiga komponen cara bertindak.
Komponen pertama adalah tahapan pencegahan (pre-emtif) dengan menempatkan personel inteligen dan Bimbangan Masyarakat untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang upaya menciptakan pemilu yang aman dan kondusif.
Komponen cara bertindak berikutnya adalah pencegahan sebelum terjadinya kerusuhan dengan menghadirkan petugas saat ada kegiatan relawan salah satu Capres tertentu atau masyarakat yang memerlukan pengawalan dan pengamanan.
"Setelah upaya pencegahan telah kita berlakukan, baru upaya penindakan penegakan hukum yang dilakukan Reskrim. Upaya penegakan hukum yang akan ditindak seperti tindak pidana pemilu dan tindak pidana umum," ujar AKBP Teddy
Selain menyiapkan pola-pola penindakan dalam pengamanan Pemilihan Presiden RI 2014, Polres Sumbawa Barat juga telah menyiapkan personel sebanyak 327 personil kepolisian ditambah 2 pleton Brimob dengan pengamanan 194 buat TPS dan dibantu Pam TPS 200 anggota  kekuatan yang ada.
Adapun kekuatan yang akan diturunkan pada saat kampanye adalah kekuatan Full pasukan “ kita tidak mau kecolongan, harus kita antisipasi penuh, agar pemilihan Presiden pada 9 Juli mendatang berjalan dengan aman dan sukses “ jelas Kapolres yang murah senyum ini
Begitu juga pada saat penghitungan suara lanjut Teddy , pihaknya tetap mengerahkan pasukan secara on time hingga penetapan Presiden terpilih
"Kita dibantu jajaran TNI melalui Kodim Sumbawa Barat dan satpol PP," ujar teddy

Sabtu, 17 Mei 2014

Kapolres Jadi Warga Kehormatan Seteluk

Polri dan Masyarakat Bangun Masjid

TALIWANG—Kapolres Sumbawa Barat AKBP Teddy Suhendyawan Syarif resmi dinobatkan sebagai warga kehormatan Desa Seteluk Atas Kecamatan Seteluk, oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat, Jum’at (16/5).
      Tokoh masyarakat sekaligus tokoh agama Desa Seteluk, Dea Guru Zulkifli Daud mengatakan penobatan Teddy sebagai warga kehormatan sesuai dengan amanat masyarakat seteluk atas dedikasi dan pengabdiannya kepada kepentingan masyarakat dan agama.
      ‘’Saya menyampaikan amanat warga kami untuk menobatkan pak Teddy sebagai warga kehormatan kami. Sumbangsih beliau dan Polri bagi warga sangat penting dan bernilai,’’ujar, Dea Guru sapaan akrab Zulkifli Daud.
      Acara penobatan Kapolres Sumbawa Barat ini disaksikan ratusan masyarakat, tokoh agama serta tokoh masyarakat setempat. Ditandai dengan pemberian ‘Sapu’ atau pengikat kepala khas Samawa dan ‘Kre Alang’ atau kain tenun khas kerajaan Sumbawa .
      Dea Guru mengatakan, gagasan pembangunan masjid Ummul Quro’ di desa Seteluk Atas banyak diinisiasi Polri bahkan anggota Polri sendiri. Diawali tanah wakaf yang diberikan keluarga Briptu Nurlana dan keluarga anggota Polsek Seteluk  kepada Dea Guru sebagai perwakilan tokoh masyarakat, masjid Ummul Quro’ mulai dibangun. Mengawali pembangunnanya, Kapolres menginstruksikan ratusan anggota polisi unutk terjun bersama masyarakat bergotong royong membersihkan area masjid. 
      Kapolres juga melanjutkan pembangunan dengan bersama masyarakat memberikan sumbangan, dengan terdepan melakukan kerja swadaya melibatkan anggota kepolisian.
      Ketua Panitia pembangunan masjid Ummul Quro’, Kamaruddin, SH mengatakan, partisipasi dan swadaya masyarakat bersama anggota Polri ini merupakan perwujudan persatuan masyarakat dengan aparat negara khususnya Polri. Ini merupakan cikal bakal persiapan pembangunan masjid yang rencana dijadikan pusat ekonomi syariah, sosial dan peribadatan masyarakat.
    ‘’Kami menyadari masyarakat dan polri perlu bersatu. Pembangunan masjid ini ajang mempererat ukhuwa. Ini juga berkat dukungan masyarakat, pemerintah desa  dan pemerintah Sumbawa Barat,’’terangnya.
      Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Ir W Musyafirin yang ikut menghadiri acara  penobatan sekaligus peletakkan batu pertama Masjid  Ummul Quro’ mengatakan rasa bangga terhadap pemuda dan masyarakat Desa Seteluk atas atas partisipasinya membangun pondasi sosial yang baik. Masjid tadi, kata Sekda, disamping untuk menjadi pusarat sarana ibadah dan sosial, juga menjadi ajang silaturohmi  dan persatuan antar masyarakat.
      ‘’Ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat kita yang lain. Kami lihat jalan akses utama menuju masjid ini sudah dibuka. Itupun secara swadaya. Ini bentuk keseriusan dan pengabidan yang tulus. Karena itu, kami mewakili Bupati Sumbawa Barat menyediakan bantuan langsung senilai Rp 50 juta untuk mengawali pembangunan masjid tadi,’’demikian, Sekda.
      Apa kata Kapolres?. Penobatan Kapolres sebagai warga kehormatan merupakan kebanggan tersendiri bagi Polri khususnya Teddy secara pribadi. Menurutnya apa yang dilakukan  Polri terhadap masyarakat merupakan kewajiban dan standar kerja polri unutk membina hubungan sosial yang baik dengan masyarakat.
      Masjid kata Teddy merupakan pusat peribadatan, pusat sosial, pusat toleransi dan pusat komunikasi yang baik antar masyarakt. Jadi tidak salah Polri memperjuangkan pembangunan masjid ini demi mencapai tujuan mulya tadi.
      ‘’Ini bukti rasa bangga kami kepada masyarakat. Insya allah kita akan tuntaskan pembangunan masjid kebanggaan kita ini dengan kerja keras bersama. Saya mengucapkan rasa terimakasih atas penghargaan ini,’’demikian, Teddy.

Rabu, 30 April 2014

Polres KSB Gelar Perkara Pemilu


Taliwang, Gaung NTB
    Pasca pelaksa
naan Pemilu Legislatif 9 April lalu, ternyata persoalan tidak langsung selesai, banyak  masalah dan kendala dalam pelaksanaannya semakin carut marut membuat pihak Polres Sumbawa Barat pun melakukan evaluasi dan pengkajian dengan mengundang pihak Bawaslu dan KPU KSB serta para Kapolsek se-Sumbawa barat bersama para awak media dalam agenda gelar perkara terkait kasus tindak pidana pemilu (Tipilu) yang dilakukan jajaran Polres KSB  di Ruang Pertemuan Polres Sumbawa Barat pada selasa 29/04, dari hasil gelar perkara tersebut dari beberapa laporan kasus Tipilu ke pihak Bawaslu maupun polres  ternyata dari sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) melibatkan pihak Kepolisian, Kejaksaan, Panwaslu setempat. ternyata dari enam item kasus Tipilu yang diterima oleh Polres belum memenuhi unsur , demikian dikemukakan Kapolres Sumbawa Barat, AKBP, Teddy Suhendyawan Syarif SIK,MSI kepada wartawan kemarin.
   
         Adapun enam item kasus Tipilu tersebut antara lain, (1) Pertama masalah pemuatan tanda gambar oleh PNS, (2) pembagian atribut pada saat Harlah Universitas  Cordova oleh salah satu caleg, (3) keikut sertaan PNS dalam pelaksanaan Kampanye terbatas di Kelurahan Menala, (4) Pencoblosan dua kali di Sekongkang, (5) Penghilangan perolehan suara Caleg No 1 Hanura Dapil 1  pelanggaran dilakukan oleh PPK Brang Rea dan anggota nya, (6) pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh PPK Brang Rea dan anggota nya melakukan perbaikan dokumen C1 dan D1 di Aula Kantor Camat. Dikatakan belum memenuhi unsur, lantaran dari enam item kasus Tipilu Legislatif tersebut untuk proses lebih lanjut harus memiliki bukti yang kuat.  untuk itu AKBP Teddy demikian akrab perwira ini disapa mendorong kepada Panwaslu KSB untuk melakukan pencarian atau melengkapi kembali bukti-bukti yang ada sehingga untuk mempercepat proses penanganan kasus tersebut hingga ke proses persidangan.
 
              Sedangkan untuk item ke enam, pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh PPK Brang Rea dan anggota nya melakukan perbaikan dokumen C1 dan D1 di Aula Kantor Camat, lanjutnya saat ini masih ditangani kembali olehPanwaslu untuk mengolah/melengkapi bukti-bukti. Kasus yang masuk ke Polres KSB, rangkuman pelanggaran terhitung sejak hari tenang, pemungutan, penghitungan. Selain enam item kasus Tipilu, oleh kepolisian Polres KSB juga menerima 20 item Pelanggaran Pemilu Legislatif. Dari sejumlah pelanggaran tersebut, disebutkan AKBP Teddy, yang paling krusial adalah pelanggaran pada saat kampanye. Kemudian dari laporan yang masuk tersebut, semua direspon sentra Gakumdu. Kemudian dari sejumlah laporan tipilu dan pelanggaran pemilu yang telah diterima untuk lebih lanjut pihaknya bersama Kejaksaan tengah melakukan pengkajian.
            Menurut Kapolres bahwa para Anggota Bawaslu KSB tidak memiliki Kompetensi dan kredibel maupun Skill dalam menangani beberapa kasus Tipilu dan terkesan tidak Independent “ timbulnya persoalan mapun masalah pemilu baik oleh Timses caleg maupun Caleg diakibatkan lambannya penanganan kasus yang dilakukan oleh bawaslu, bawaslu sendiri kurang komunikatif dengan penyidik polres sehingga terkesan terjadi pembiaran kasus,” terang Kapolres
            Untuk itu diminta kepada pihak Bawaslu dalam menghadapi Pemilu Presiden pada 9 Juli mendatang, agar selalu berkoordinasi dengan pihak penyidik Polres dalam menangani laporan kasus, dan meminta kepada semua Polsek-polsek yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat, untuk dapat melakukan langkah-langkah antisipatif dini guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, “ keamanan dan kondusifitas daerah yang perlu dijaga, jangan sampai kita kecolongan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam upaya membuat suasana Pemilu kacau balau “ tekan Kapolres. Edi Chandra